Judul : :: BEYOND EXPECTATION ; Ramadan in Pandemic
link : :: BEYOND EXPECTATION ; Ramadan in Pandemic
:: BEYOND EXPECTATION ; Ramadan in Pandemic
:: BEYOND EXPECTATION ; Ramadan in Pandemic
Saat Covid 19 menyebar di Indonesia dan pemerintah memutuskan unt melakukan pengurangan aktivitas di luar dan bahkan menganjurkan stayathome, work from home dan from home from home lainnya.
Sampailah pada ramadan tapi kondisi masih seperti ini. Saya terus terang saat itu mulai berpikir bahwa ramadan ini akan jauh berbeda. Kita tdk bs ke masjid, tdk bersilaturahim, no bukber dsb. Muncullah pikiran tahun ini adalah ramadan yg bisa jadi menyedihkan.
Pemikiran & perasaan tsb membuat sy pun saat itu, berharap dan berdo’a semoga bulan ramadan bisa beraktivitas layaknya biasanya.
Namun, Wilayah Indonesia yg zona merah memiliki aturan PSBB dan sangat menganjurkan ibadah di rumah.
Ya sudah, pasrah saja, apa mau dikata, itu yg harus terjadi, mari kita jalani, dan kemudian sy mulai merubah pikiran sy.
Mulai memasuki ramadan, sy dan suami berdiskusi mengatur beberapa kegiatan di rumah, yg tentunya related dengan ramadan dan sebetulnya sangat biasa kita lakukan, tapi tentu selama sebelum ini lbh sedikit dilakukan di rumah.
Ramadan mulai dilalui hingga akhirnya selesai.
Dan apa yg saya rasakan saat ramadan di rumah ?
‘Its BEYOND EXPECTATION !’
Ternyata ramadan kali ini yg dianggap akan menyedihkan di awal, justru lebih baik dari yg saya kira!
Kami semua termasuk anak kami yg kecil betul2 menikmati moment bersama ramadan di rumah saja.
Bahkan kami merasakan suasana yg lebih syahdu, lebih kuat ikatan keluarga, karena kami melalui banyak hal bersama, tertawa bersama... masak bersama, buka setiap hari bersama, makan bersama...
Hal yg sebelum ini rasanya bisa dibilang belum pernah kami lakukan full.
Mengingat,
Ayahnya anak2 sering pergi keluar kota unt melakukan pekerjaan. Mgkn hanya sktr 2 minggu di rumah.
Anak sy yg besar sudh memiliki aktivitas yg kadang aktivitas nya jauh lebih sibuk dari emaknya
, bahkan biasanya jadwal buka bersama sud padat sejak minggu pertama ramadan.
Anak saya kedua sudah mondok, dia pulang seminggu sblm ramadan.
Saya sendiri bekerja shg kadang di rmh sud cape, bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas di rumah berkurang.
Dan tahun ini, Allah takdirkan kami kembali ke rumah, menikmati kebersamaan dengan klg, beraktivitas, beribadah bersama, menyamakan kembali visi hidup kita.
Dan
Kenikmatan ramadan tahun ini ternyata sangatt besar.
Yang kemudian di akhir ramadan sy merenung...
Suatu saat dan mungkin sebentar lagi mgkn sy akan kehilangan moment bersama ini.
Sy bersyukur الله memberi kami nikmat bersama, menyadari bahwa keluarga adalah hal yg sangat penting.
Juga, menyadari betapa الله memberi kita kasih sayang melalui cara Nya yg bahkan tdk pernah kita duga sebelumnya.
Kembali saya diingatkan untuk selalu berHUSNUDZON pada Nya.
Bukankah Dia selalu memiliki rencana yg terbaik untuk hamba Nya?!
Maka,nikmat apa yg dapat kita dustakan??
.
Demikianlah Artikel :: BEYOND EXPECTATION ; Ramadan in Pandemic
Sekianlah artikel :: BEYOND EXPECTATION ; Ramadan in Pandemic kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel :: BEYOND EXPECTATION ; Ramadan in Pandemic dengan alamat link https://aboutcoronaviruscovid-19.blogspot.com/2020/05/beyond-expectation-ramadan-in-pandemic.html